Friday, February 17, 2012

Cotoletta alla Milanese



Jakarta - Sebagai penggemar masakan Italia, tentulah saya tidak akan melewatkan setiap resto di Jakarta yang menyajikan jenis kuliner yang satu ini. Pesto Autentico di UOB Building adalah salah resto Italia yang sudah cukup punya nama.

Ditata dengan dekor minimalis, yang paling saya sukai dari Pesto Autentico adalah keteguhannya memegang tradisi Italia dengan menu yang berstruktur: antipasti, primi, secondi, contorni, dan dolci. Jangan lewatkan untuk juga menyimak menu spesial yang biasanya ditulis di papan tulis.

Sebetulnya, tawaran Pesto untuk setiap tahap sajian itu cukup straightforward. Ini menyenangkan, sehingga tamu dapat langsung berfokus kepada beberapa pilihan menu. Bukannya dibingungkan memilih dari daftar menu yang terlalu luas.

Untuk antipasti, yang dapat dipilih adalah: prosciutto con melone (Rp 35 ribu), bresaola (Rp 45 ribu), atau antipasti all'italiana (Rp 79 ribu), yang berporsi besar dan dapat di-share bersama-sama. Beberapa salad dapat dipilih dengan kisaran harga Rp 39-45 ribu. Dari sisi anggaran, resto yang berpenampilan sleek ini cukup ramah harganya.

Di "departemen" primi piatti, pasta dan pizza-nya cukup lengkap, dengan harga antara Rp 42-79 ribu. Beberapa jenis pasta yang jarang ditemukan di resto lain – seperti bucatini, chiarra (hand-rolled spaghetti), dan gnocchi – tersedia setiap hari di Pesto.

Untuk makan siang ringan, saya memesan Cotoletta alla Milanese (Rp 69 ribu). Sajian ini sebetulnya sangat mirip dengan sajian yang lebih kita kenal, yaitu: Wienerschnitzel. Irisan tipis daging sapi muda digoreng dengan tepung panir. Bedanya, Wienerschnitzel biasanya disajikan dengan nasi (wild rice), sedangkan Cotoletta disajikan dengan kentang goreng.

Di Pesto, porsinya berisi dua lembar daging goreng tepung. Digoreng dengan ketepatan panas dan waktu yang bagus, sehingga bagian dalamnya masih juicy. Kondimennya hanya seiris lemon. (Please, usahakan jangan menambah Tabasco atau saus tomat). Karbohidratnya adalah beberapa potong kentang goreng (wedges). Top markotop!

Bila secondo dirasa tidak cukup mengenyangkan porsinya – khususnya bila tidak memesan primo – maka dapat dipesan contorni (side dish), seperti: terong, bayam, jamur (Rp 15 ribu). Kabarnya, masakan domba di Pesto (medaglioni d’agnello al rosmarino) juga mati-mati-mesti-coba.

Karena berlokasi di sebuah bangunan perkantoran, tentu saja Pesto harus menyajikan berbagai minuman segar nir-alkohol untuk makan siang. Andalan Pesto adalah flavored ice tea (Rp 35 ribu), antara lain: peach, pink lychee, mango, lemon caramel. Harus coba Pesto Signature, yaitu jahe dan lemon dicampur air soda. Sungguh menyegarkan!

Bila alkohol tidak menjadi masalah bagi Anda, Pesto menyediakan berbagai jenis anggur, bir impor (Corona, Hoegaarden, Erdinger, Leffe Blonde, dll.), dan juga flavored beer dari Teisseire.

Diam-diam saya sudah menyimpan "dendam" untuk datang lagi mencicipi menu spesialnya: Bistecca alla Fiorentina – bistik yang dibuat dari satu kilogram daging iga porterhouse (Rp 780 ribu). Setidaknya, sudah dipastikan saya harus membawa teman untuk dapat "menyempurnakan" porsi raksasa itu.

Pesto Autentico
UOB Building, UG Floor
Jl. MH Thamrin 10
Jakarta Pusat
021 29937230

Cotoletta alla Milanese


Detik.com

Thursday, February 16, 2012

Kari Kambing Mak Nyuss di Ganesha

 Salah satu restoran yang menyajikan masakan India dengan kualitas yang patut diacungi jempol. Tatanan dekornya maupun tata suaranya pun kuat mencuatkan nuansa India.



Ganesha bukanlah restoran India paling mak nyuss di Jakarta. Tetapi, belakangan ini, sejak Gwen (anak kami) menjadi vegan, kami jadi agak terlalu sering makan siang di sini – karena tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah Gwen. Apalagi karena anak-anak Gwen (Saffron dan Gael) pun sangat menikmati masakan India. Hidangan vegetarian yang harus dipesan bila singgah ke Ganesha adalah terong yang dimasak mirip mousaka, aloo gobhi (dari kol kembang), dan palak paneer (bayam dan keju). Jangan lewatkan dhal (semacam sup kental dari lentil) yang dicocol dengan naan (roti yang dibakar di dalam kuali tandoori).

Bagi pemakan hewan, sajian juara di restoran ini adalah berbagai protein yang dibakar tandoori, misalnya: paneer tika, chicken tika (daging ayam tanpa tulang), chicken tandoori (1 ekor = Rp 120 ribu), seekh kebab, prawn tandoori. Hampir semua yang dibakar tandoor terlebih dulu dilumuri yoghurt dan bumbu-bumbu khas India.

Rogan josh (kari kambing) di Ganesha berkualitas mak nyuss! Karena dimasak berdasar pesanan, tingkat kepedasannya dapat disesuaikan. Misalnya, bila ada anak-anak, boleh ditambah tomatnya lebih banyak. Dagingnya sangat empuk, tetapi masih bertekstur. Kuah kentalnya sungguh sangat gurih, disantap dengan nasi dari beras basmati yang bertekstur khas.

Jangan lupa, bila Anda penggemar nasi briyani yang lezat, kualitas sajian ini di Ganesha pun cukup layak uji. Semua ini ditutup dengan pencuci mulut yang manis dan mulus: gulab jamun atau rasmalai. Acha, acha, Maharaj!

Ganesha juga menyajikan wine bagi para tamu yang ingin menikmati sajian to the fullest. Sambil menunggu hidangan siap dimasak – karena semuanya dimasak sesuai pesanan (a la minute) – para tamu dapat bermain biliar atau catur dulu. Di Ganesha saya sering melihat ibu-ibu arisan, juga keluarga-keluarga menyelenggarakan acara ulang tahun. Jangan lewatkan Sunday Brunch (hanya di BRI II, 30 macam masakan, Rp 120 ribu) atau Saturday Lunch Parantha Feast yang hanya dibandrol Rp 90 ribu. Juga tersedia layanan pesan antar. (Bondan Winarno)
dikutip ; detik.com

Wednesday, February 15, 2012

Belida Goreng Plus Es Kacang Merah Racikan Wong Kito

Selain beragam jenis pempek, resto ini juga menyediakan beragam hidangan khas Palembang. Pempeknya lembut dengan rasa ikan yang kuat, sedangkan ikan belida digoreng garing dengan balutan daun pandan harum. Makin enak saat dicocol sambal terasi dan ditutup semangkok es kacang merah yang sugerrr!

Penggemar masakan wong kito galo pastinya sudah tak asing dengan restoran Sari Sanjaya. Belum lama ini saat berkunjung ke kawasan Alam Sutera, saya melihat sebuah bangunan besar di area Flavour Bliss 2 - yang merupakan perluasan dari Flavour Bliss 1. Sejak beberapa tahun terakhir ini kehadiran Flavour Bliss memang mengundang kedatangan sejumlah penikmat kuliner untuk mampir ke area yang memang khusus berisi berbagai jenis restoran ini.

Sepengamatan saya, Sari Sanjaya di Alam Sutera inilah yang terbesar dibanding dua outlet lainnya yang sudah lebih dahulu hadir. Di bagian depan pengunjung bisa bersantap di area outdoor tetapi karena siang itu cuaca panas menyengat saya dan teman-teman lebih memilih untuk bersantap di bagian dalam sejuk ber-AC.

Di bagian kanan ditaruh etalase dan meja panjang tempat menaruh aneka camilan. Ada berbagai kue-kue khas Palembang yang sudah menggoda mata. Ada kue 8 jam, srikaya, masuba, choipan, talam ubi, aneka gorengan, rujak buah dan masih banyak lainnya. Karena tempat bersantap cukup luas saya pun dapat leluasa memilih tempat duduk.

Makanan yang ditawarkan di buku menu benar-benar komplet. Hampir semua menu khas Palembang selain pempek tentunya tersedia. Ada sekitar 12 jenis pempek, tekwan, model, burgo, celimpungan sampai sambel tempoyak yang jarang ditemui. Sedangkan pepes dan pindangnya juga komplet, ada yang memakai ikan patin, ikan gabus, ikan seluang, ikan baung, ikan lais, ikan sale, tulang iga, dll. Waduh semua serba menggiurkan!

Untuk pempek pilihan jatuh pada pempek telor kecil, pempek tahu, dan pempek pistel (isi serutan pepaya) kegemaran saya. Pempeknya disajikan dalam piring kecil plus semangkok cuko. Pempeknya berukuran sedang digoreng kecoklatan dan dipotong dua sehingga memudahkan menyantapnya.

Bagian luarnya sedikit garing sehingga memberikan sensasi krenyes saat disantap. Saat disantap tanpa cuko hmm... terasa lembut gurih dan mudah dikunyah. Cukonya berwarna cokelat nyaris kehitaman dengan sambal yang mengendap di bagian bawahnya. Rasa pedasnya cukup mengigit lidah saya dan kentalnya cuko sangat pas buat saya. Huahh... asam dan pedas-pedas enak!

dikutip : detik.com

Tuesday, February 14, 2012

Itiak nan Jauh di Mato

Masakan bebek memang sedang naik daun. Para peternak bebek sampai kewalahan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang semakin menggandrungi bebek. Tetapi, sebagian besar masakan bebek yang kini populer, sebetulnya merupakan masakan kreasi baru. Tidak banyak masakan tradisional yang memakai bebek sebagai protein utama.



Salah satu dari yang sedikit itu adalah Gulai Itiak Lado Mudo. Dalam bahasa Indonesia: Gulai Itik atau Gulai Bebek Cabe Hijau. Ini adalah masakan khas dari Kotogadang, dekat Bukittinggi, Sumatra Barat.

Di Kotogadang, pada awalnya, gulai bebek ini hanya muncul sebagai hidangan istimewa pada Hari Raya Idul Fitri. Gulainya tidak disantap dengan nasi, melainkan dengan katupek katan (ketupat dari ketan yang dimasak dengan santan). Hmm, lamak bana!

Menurut beberapa informasi yang saya peroleh, penggunaan istilah lado mudo merupakan "rahasia inti" daripada sajian ini. Ada jenis cabe yang memang tetap berwarna hijau sekalipun sudah mencapai tingkat usia tua. Jenis cabe ini mempunyai sengatan pedas maupun aroma yang khas. Bukan jenis cabe ini yang dipergunakan untuk membuat Gulai Itiak Lado Mudo. Melainkan jenis cabe merah yang dipetik ketika masih muda dan masih berwarna hijau. Cabe muda ini pedasnya tidak seberapa menggigit, dan aromanya pun lebih harum.

Karena daging bebek dikenal lebih liat dibanding daging ayam, maka proses memasaknya akan menentukan apakah nanti hasilnya adalah daging bebek yang empuk dan lembut. Pemasakannya dilakukan dua tingkat. Yang pertama adalah dengan cara membakar (tepatnya mengasap) bebek di atas bara arang. Jarak antara sumber panas dan bebek harus cukup jauh agar tidak menjadi hangus. Cara ini akan membakar semua bulu halus bebek, selain juga mulai mematangkan dagingnya pelan-pelan agar tetap empuk.

Setelah pengasapan, bebek dicampur dengan semua bumbu yang sudah dihaluskan, dan proses memasak pun dilanjutkan di dalam kuali. Dengan api yang kecil dan pemasakan yang cukup lama, bumbu-bumbu akan meresap ke dalam serat-serat daging bebek.

Di Jakarta, cukup banyak penjual makanan ini – dan tersedia setiap hari – khususnya di lepau-lepau yang berderet di sepanjang Jalan Kramat Raya. Mereka umumnya adalah penjual nasi kapau. Di Bukittinggi, menurut saya, yang terbaik adalah dari RM Ngarai. Lokasinya memang di Lembah Ngarai nan indah itu. Jadi, sambil menyelam minum air. Sambil bertamasya ke Lembah Ngarai, menyantap Gulai Itiak Lado Mudo nan lamak bana. Onde mande!

Sekalipun namanya gulai, tetapi Gulai Itiak Lado Mudo ini sama sekali tak bersantan. Minyak yang tampak pada masakan adalah sisa lemak itik yang mencair selama proses pemasakan. Dengan cabe hijau dan bumbu-bumbu lain, menguarlah aroma yang sungguh membuat kita selalu terkenang dan mendambakan masakan istimewa yang satu ini.

Karena proses pembuatannya yang cukup intensif, Gulai Itiak Lado Mudo dapat dibuat sekaligus banyak, kemudian dibekukan dan disimpan dalam freezer. Tinggal dikukus kembali bila ingin disantap kapan saja. Soalnya, Bukittinggi kan jauh di mato? Jangan sampai menetes air liur karena damba tak sampai.

dikutip : detik.com

Monday, February 13, 2012

Santap Romantis di Bulan Gelap

Satu restoran baru lagi muncul di ufuk Jakarta. Namanya: Luna Negra. Logonya bergambar rembulan gelap. Karena salah seorang pemiliknya adalah artis, Becky Tumewu, tak heran bila restoran ini pun langsung menjadi happening.

Tampilan Luna Negra sangat mirip dengan restoran-restoran papan atas yang bermunculan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir ini. Menyediakan wine dan minuman beralkohol, menyajikan masakan bergaya Eropa (termasuk menu non-halal), dan berpenampilan smart casual. Social House, Decanter, Cork & Screw dan lain-lain - punya "formula" yang kurang-lebih sama. Banyak restoran serupa di Singapura yang juga mirip-mirip itu penampilannya. Semuanya mencoba menjaring kelas sosial young urban professionals.

Begitu masuk Luna Negra, view yang langsung "menghadang" adalah sebuah meja bar panjang dari pualam putih bergurat abu-abu. Di sinilah para tamu mendinginkan sol sepatu sambil menunggu teman maupun pasangan, sambil minum segelas dua, sebelum kemudian melangkah ke ruang makan.

Sesuai namanya, Luna Negra menampilkan banyak items Italia dalam menu-nya. Di papan terlihat sekitar 35 jenis pizza - dari Rp 58-139 ribu. Di kartu menu, tercantum sekitar 17 jenis pasta - dari Rp 49-89 ribu. Salah satu pasta istimewa adalah fettuccine dengan seekor kepiting utuh.

Selain menu yang berstruktur Italia – antipasti, primi piatti, secondi piatti, contorni, dan dolci - tampak juga berbagai sajian Asia dan Spanyol. Kalau Anda hanya ingin cemal-cemil, barangkali dua pilihan tapas gaya Spanyol boleh dicoba. Atau, dimsum model Hong Kong (rata-rata Rp 20 ribu).

Sebetulnya, apa yang ditampilkan Luna Negra tidak terlalu beda dengan sajian restoran serupa lainnya. Tetapi, Luna Negra memberi sentuhan khusus yang membuatnya istimewa. Contohnya adalah Pan-seared Tuna yang umum disajikan berbagai resto modern. Filet tebal tuna di taburi wijen semua sisinya, kemudian di-pan-seared dengan minyak zaitun keempat sisinya sampai agak crusty. Ketika diiris menjadi beberapa sayatan tipis, masih tampak bagian tengahnya merah seperti sashimi.

Di Luna Negra, irisan tuna ini ditata di atas salad yang terdiri atas: lettuce, ruccola, jeruk, dan pear - kemudian disiram dengan saus cuka apel. Di atasnya ditaburi kacang mede sangrai yang ditumbuk kasar. Sungguh unik dan mengesankan.

Luna Negra juga menampilkan beberapa items yang dapat disantap bersama-sama (shared, makan tengah). Misalnya seafood paella (saffron rice gaya Spanyol, Rp 600 ribu), seafood in tomato sauce (lobster dan berbagai ikan, mirip cioppino, Rp 600 ribu), dan porterhouse steak 1 kilogram (gaya bistecca alla fiorentina) - yang dapat disantap bertiga atau bahkan berempat.

Pencuci mulutnya adalah berbagai dolci alla italiana, seperti: panna cotta, creme brulee, maccaroon semifreddo, melone con vin santo, dan lain-lain. Favorit saya adalah yang disebut terakhir: cantaloupe (melon kuning) bulat-bulat diguyur vin santo yang sepet-sepet manis.

Dengan interior yang cozy, Luna Negra sungguh cocok untuk santap malam romantis berdua. Happy Valentine's Day.

dikutip : detik.com

 
Photography Templates | Slideshow Software