Tuesday, March 13, 2012

Berawal Dari Sebutir Telur Ayam



Jakarta - Sunny Side Up alias telor mata sapi menjadi simbol pagi hari yang cerah dan penuh semangat. Telur ayam unggulan diolah untuk sarapan dan beragam olahan telur yang memikat di tempat ini. Gurih, lembut dan tidak anyir. Yuk, makan telur!

Tahukan Anda nutrisi apa saja yang ada dalam sebutir telur ukuran besar? Sebutir telur mengandung 72 kalori, 6.3g protein, 4.8 g lemak, 186 mg kolesterol dan sejumlah mineral penting lainnya. Begitu banyak zat gizi yang ada pada sebutir telur sehingga telur sangat dianjurkan dikonsumsi saat sarapan sebagai bekal nutrisi.

Inilah yang diusung oleh Sunny Side Up, sebuah resto mungil yang ada di kawasan Summarecon Mal Serpong 2. Suasana pagi yang cerah dipantulkan dari interior yang serba ornaye kuning dan putih. Sesuai dengan telur yang menjadi bahan andalan hidangan di resto ini.

Pada daftar menu berwarna oranye cerah, tertulis tentang nutrisi telur dan jenis telur khusus yang dipakai di resto ini. Golden Q Eggs dengan 3 jenisnya, Arabian free range eggs dan salted eggs alias telur asin. Telur ayam Arab ini merupakan telur dari ayam yang diternakkan khusus sehingga telurnya mengandung lebih banyak omega 3, 127.8 mg per 100 gramnya, bebas bakteri E colli yang umumnya ada pada telur dan lebih kaya betakaroten.

Apa saja yang terlintas di pikiran Anda tentang sajian telur, hampir semuanya ada . Omelette, srambled eggs, egg benedict, baked egg hingga nasi goreng. Ada sajian pembuka seperti lumpia isi telur, chicken wings, atau rambutan quail egg alias bakso goreng isi telur puyuh.

Selain beragam pilihan menu sarapan, omelette dan scrambled eggs, juga ada pilihan hidangan utama, nasi goreng, hidangan Jepang, hingga beragam hidangan penutup dari telur seperti waffle dan pancake. Khusus untuk menu bermenu telur diberi tanda gambar telur mata sapi hingga mudah dikenali.

Cheesy Chicken Omelette dengan tambahan beef bacon (Rp. 30.500,00) disajikan bersama mashed potatoes dan sedikit irisan sayuran. Harum wangi telurpun tercium semerbak mengiringi lumuran keju saat omelet dikoyak. Potongan daging ayam dan beef bacon menyesaki bagian dalam omelet yang lembap ini. Tanpa tambahan apapun rasanya sudah gurih apalagi omelet ini dimasak dengan kematangan yang pas hingga bagian dalamnya masih lembut basah dan gurih!

Sedangkan Personal Egg Bacon (Rp. 10.500,00) memang berisi 1 butir telur panggang yang ditaruh di atas selembar beef bacon dan dipanggang. Kematangan 'medium well' membuat telur membeku dengan bagian kuning yang oranye cantik tetap lembut lunak. Sedikit taburan merica dan garam menyempurankan sajian telur yang sehat ini.

Meskipun di tempat lain sudah ada menu nasi goreng omelet, namun Omelettes Fried Rice ( Rp. 26.500,00) di sini disajikan cantik, dengan guratan saus tomat di permukaan omelet. Nasi goreng dalam porsi sedang yang dibungkus omelet rasanya gurih sedikit asam dengan warna merah oranye. Agaknya nasi goreng dibumbui dengan saus tomat dan bawang hingga segar dan harum aromanya.

Hampir sebagian besar menu memang tak beda dengan menu resto umumnya namun pilihan telur khusus memberi sentuhan yang berbeda. Selain telur tidak berbau anyir rasanyapun lebih gurih apalagi disajikan hangat dan ditata cantik.

Chocolate White Yolk Egg Juice (Rp.20.000,00) yang mengiringi santapan disajikan dengan gelas jumbo. Saat menyentuh lidah tak terlacak sedikitpun aroma putih telur yang anyir. Padahal jus ini dibuat dari putih telur yang dikocok kaku dan dicampur dengan larutan cokelat dan es.Rasa cokelatnya cukup pekat dengan rasa manis yang lamat-lamat. Hmm..pas buat mengiringi sajian telur yang gurih.

Resto mungil ini mencoba menjawab kebutuhan golongan menengah yang mulai menyukai makanan sehat. Sarapan yang bernutrisi atau makan yang berbahan baku prima seperti telur. Sebelum pulang, Anda juga bisa belanja telur segar yang tersedia di dekat kasir. Semuanya diberi tanggal kadaluwarsa. Untuk telur Arab per 6 butir harganya Rp. 15.000,00. Yuk, makan telur!


Sunny Side Up
Summarecon Mal Serpong 2
Serpong, Tangerang
Banten
Telepon: 021-54220613
Jam Buka : 10.00 – 22.00


Okezone.com

Monday, March 12, 2012

Resep Ekkado



EKKADO bisa menjadi menu karena bentuknya yang mungil, meski bahan yang digunakan adalah udang. Teman paling pas untuk menyantapnya adalah cocolan mayonaise dan saus sambal.

Bahan-bahan:

Udang 250 gr, haluskan
Kembang tahu 1 lembar, potong persegi empat
Tepung kanji 2 sdm
Telur 1 butir
Merica secukupnya
Garam secukupnya
Telur puyuh matang 20 butir

Cara membuat:

1. Udang, tepung kanji, merica, dan garam dicampur menjadi satu.
2. Ambil 1 sdm adonan udang, tarus di atas kembang tahu, dan tambahkan 1 butir telur puyuh. Lakukan sampai adonan dan telur puyuh habis. Ikat bagian atasnya.
3. Goreng ekkado sampai matang.
4. Angkat, tiriskan, dan sajikan.

Saturday, March 10, 2012

Perut Kenyang, Tapi Malah Kroncongan



Jakarta - Hahaha, judul yang membingungkan! Kroncongan yang dimaksud di sini bukanlah dalam arti kiasan, melainkan harfiah. Bermusik kroncong - itulah maksudnya.

Tiap Selasa dan Jumat malam, warung ini memang mendatangkan kelompok pemusik kroncong untuk menghibur para tamunya. Alat musiknya lengkap, para pemainnya cukup bermutu. Begitu pula para penyanyinya. Gayeng-lah, pokoke. Sambil bersantap malam, para tamu dihibur dengan senandung kroncong yang mendayu kalbu.

OK, kembali ke kuliner! Musik kroncong hanyalah unsur pembeda yang membuatnya lebih unik. Tetapi, sajian utama Warung Kroncong Gaul ini tentulah makanan dan minuman - khususnya makanan dan minuman Jawa.

Terus terang, tawaran menu WKG cukup sederhana dan standar. Ada fuyunghai, capcai, sapi lada hitam, dan cah kangkung. Untuk hidangan semacam ini, saya hanya memesan di rumah makan Tionghoa.

Juga ada mi/mihun/kwetiauw dalam berbagai masakan, seperti: kuah, goreng, masak, dan siram - harga di kisaran Rp 17-25 ribu. Ada juga mi bakso/pangsit kuah dengan harga Rp 15 ribu.

Menurut teman yang pernah makan di sini, nasi gorengnya cukup baik. Ada nasgor ikan asin, nasgor kambing, dan nasgor Thai (Rp 18-25 ribu). Tetapi, bagi saya, nasi goreng adalah pilihan desperate. Bila tidak ada lagi menu lain yang bisa dipilih, barulah saya menyerah pada nasi goreng - kecuali bila nasi gorengnya memang benar-benar dangerously delicious.

Tetapi, hei, ternyata ada menu bebek di sini. Bakar maupun goreng. Maka, segera "terpanggillah" bebek goreng sambel ijo (Rp 17 ribu) untuk hadir di depan saya. Bebek gorengnya gurih dan sangat empuk. Sambel ijonya juga mantep. Satu-satunya kekecewaan adalah karena saya hanya pesan satu potong bebek goreng. Untuk bebek goreng sekualitas ini dan ukuran sekecil ini, rasanya pantas memesan dua potong.

Bila Anda lebih suka ayam, selain ayam goreng, di sini juga ada ayam bakar bumbu rujak dan ayam cah jamur yang boleh diuji.

Khususnya pada Jumat malam - menjelang akhir pekan - kebanyakan para tamu agaknya memang sengaja datang untuk ikut meramaikan suasana dengan menyumbangkan beberapa lagu. Untungnya, kebanyakan tamu penyanyi yang menyumbangkan suara termasuk kategori "buaya kroncong" dengan kualitas vokal yang di atas rata-rata. Sangat menghibur!

Kalau boleh usul: tolong volume pengeras suaranya dikecilkan sedikit. Sungguh tak nyaman makan malam sambil mendengar musik yang terlalu nyodok ke gendang kuping. Para tamu harus berteriak-teriak bila perlu berbicara sambil bersantap. Dan itu malah membuat suasana kian hingar-bingar.

Usul lain: perlu ada teh poci, dong. Mosok mat-matan mendengarkan kroncong tidak ditemani teh poci yang wasgitel alias wangi, panas, sepet, legi, tur kenthel. Mosok harus didampingi bir hitam? OK, kalau sudah ada teh poci, tolong saya diberi tahu, ya?

Warung Kroncong Gaul
Jl. TB Simatupang Raya (Golf Fatmawati)
Jakarta Selatan
021 91306915, 98358835


detik.com

Friday, March 9, 2012

Mencicipi Ikan Asin Portugis di Timor Leste



Jakarta - Di negara-negara Asia – seperti: Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, China, dan lain-lain – ikan asin dari berbagai jenis ikan dapat dijumpai di pasar. Di Jepang pun ikan asin maupun ikan kering merupakan pemandangan sehari-hari.

Bagaimana halnya dengan negara-negara Eropa? Eh, ternyata ikan asin pun ada di sana. Khususnya di Portugal, Spanyol, dan Italia. Ikan asin yang paling populer di Eropa adalah bacalhau (dibaca: bakalyau) – yaitu ikan cod yang dikeringkan dengan garam. Bacalhau punya sejarah yang panjang bagi bangsa Portugis yang memang sejak dulu dikenal sebagai pengarung samudra.

Di masa lalu, mereka menangkap ikan cod di perairan Iceland. Dan karena belum ada teknologi pendinginan maupun pembekuan, pada waktu itu satu-satunya cara untuk mengawetkan adalah mengeringkannya dengan garam. Selain ikan cod-nya, telurnya pun dikeringkan dengan garam, dan acapkali muncul dalam sajian sehari-hari di Portugis sana. Dengan kata lain, bacalhau (ikan maupun telurnya) memang merupakan ikon kuliner khas Portugis.

Di Jakarta, agak sulit menemukan makanan Portugis, selain pada food festival yang telah beberapa kali diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Portugal di Jakarta. Ada juga beberapa gerai yang menawarkan masakan Portugal secara terbatas, misalnya Cosy yang menyajikan Macau's street food. Jadi, kalau ingin makan Portugis, salah satu alamat yang tepat adalah ke ke Timor Leste.

Masakan Portugis, ternyata, memang belum angkat kaki dari Dili, Timor Leste. Negara yang kini sudah merdeka itu masih mempertahankan kuliner pusaka Portugis sebagai bagian dari sejarah dan budaya mereka. Untuk jenis masakan ini, "perwakilan tetap"-nya di Dili adalah Vasco da Gama, sebuah restoran yang khusus menyajikan masakan Porto, dan diberi nama sesuai dengan nakhoda pengarung samudra dunia dari Portugis.

Restoran ini berlokasi di kawasan Motael, tidak jauh dari Gereja Katolik dan pastoran tua di Dili yang menghadap ke laut. Bila di restoran-restoran lain masakan Portugis sudah diadaptasi ke berbagai bentuk fusion maupun localized, Vasco da Gama tetap merupakan bastion yang mempertahankan keaslian kuliner Portugis.

Terus terang, secara penampilan masakan Portugis tidaklah menarik. Kebanyakan hidangan utamanya (menu principal = main course) disajikan secara kaserol – mirip pastel tutup. Dari luar hanya tampak seperti kentang ongklok panggang, setelah dibelah baru tampak isinya.

Entradas (appetizers)-nya cukup menarik. Ada pimentos asados (paprika panggang, USD 5), salmao fumado com queijo feta (salmon asap dengan keju feta, USD 9), dan salado de frango com ananas (chicken salad dengan nanas, USD 5).

Di bagian sopas (soup) terbaca: canja de galinha (sop ayam Porto, USD 4), gazpacho andaluz (sop sayuran dingin, favorit saya, USD 4), sopa de feijao verde (sop kacang hijau, mirip Dutch greenpeas soup atau erwtensoep, USD 4).

Saya memesan menu principal (main course) yang paling favorit, yaitu bacalhau a carmelita (dimasak dengan tomat, bawang bombai, dan gandum, USD 10). Pilihan lainnya adalah bacalhau com natas (dimasak dengan krim), beringelas estufadas (semur terong), caril de frango (kari ayam), lulas recheadas servidas com pure de batata (cumi bakar diisi bubur ubi jalar), atau lasanha de cogumelos (lasagna jamur). Orang Portugis memang jarang makan daging sapi, karena itu tidak tampak masakan daging sapi di menu.

Bagaimana rasanya? Ya, asin, tentu saja. Sekalipun ikan asin kering yang disebut bacalhau itu sudah direndam lama dalam air dingin, tetap saja masih terasa asinnya, dengan tekstur yang flaky.

Vasco da Gama
Rua Governador Caesar Maria Serpa 39
Dili, Timor Leste
+670 7231803

Wednesday, March 7, 2012

Semar Mesem Melihat Janda Bengil di Cipete



Jakarta - Yes, Indonesian cuisine is here to stay! Selangkah lagi, sudah saatnya kita membawa masakan tradisional Indonesia ke ranah dunia.

Di Cipete, sebuah restoran bergaya modern menghadirkan menu kebanggaan Indonesia. Letaknya berseberangan dengan RS Setia Mitra, sehingga cukup mudah ditemukan. Jangan sangsi dulu! Sekalipun tempatnya berkesan mewah, tetapi harga-harganya ternyata cukup terjangkau.

Beberapa makanan di daftar menu ditampilkan dengan nama lucu. Sapi Mercon tentu dapat diduga adalah tumisan (stir-fry) daging sapi yang super-pedas. Sop Iga Kadeudeuh tentunya ada hubungannya dengan kelezatan yang membuat rindu. Cumi Bogasari sudah sangat jelas adalah cumi yang digoreng renyah dengan adonan tepung. Tetapi, Iga Leyeh Semar Mesem itu apa, dong? Semula saya duga ini adalah asem-asem iga. Ternyata salah. Ini adalah nama lain dari iga penyet – iga goreng dipenyet dengan sambal trasi.

Lalu, apa pula maksudnya Tape Bakar Rondo Bengil yang merupakan pencuci mulut rekomendasi dapur Rempah Wangi? Di Jawa, tape goreng tepung jamak disebut Rondo Roya (janda yang generous dalam menyuguhkan makanan). Tetapi, kenapa kalau tapenya dibakar jandanya jadi bengil (dalam bahasa Bali berarti dekil)? Ahahay, tentu saja. Bukankah tape singkong yang kuning ayu berubah menjadi hitam dekil bila dipanggang? Tetapi, "kedekilan" ini dipupuri dengan parutan keju dan susu kental manis yang membuatnya jadi suguhan pencuci mulut istimewa.

Karena belum mengenal resto ini sebelumnya, dalam kunjungan ujicoba pertama saya memesan nasi goreng kluwek (Rp 30 ribu) – berwarna hitam karena memang dibumbui kluwek – dengan ekstra lauk udang goreng telur asin (Rp 55 ribu). Ternyata, verdict-nya sama sekali tidak mengecewakan. Top markotop!

Lain kali saya tentu akan datang lagi untuk mencicipi berbagai sajian lainnya. Di daftar menu sudah saya tandai beberapa menu untuk kunjungan berikut, antara lain: ayam taliwang, patin bakar, kecipir teri, buncis szechuan, dan lain-lain.

Bila Anda berencana mengundang banyak orang untuk makan bersama di Rempah Wangi, resto ini juga menyediakan berbagai pilihan paket dengan harga antara Rp 65-100 ribu per orang. Resto ini juga mempunyai outdoor terrace, function hall, dan private room yang cocok untuk acara keluarga maupun bisnis.

Rempah Wangi
Wisma AMG
Jl. Fatmawati 29
Jakarta Selatan
021 7509168


detikfood.com

 
Photography Templates | Slideshow Software