Wednesday, February 29, 2012

Tongseng Steak, Yummy!



MENYANTAP tongseng daging kambing mungkin sudah biasa. Namun, jika menyantap tongseng daging sapi, bisa dianggap tidak lazim.

Dari ketidaklaziman itu, warung makan di Wirosaban, tepatnya sebelah barat RSUD Jogja justru menyajikan menu yang aneh. Sebab, menu istimewa dari warung Java Steak itu memadukan steak Eropa dengan masakan Jawa, yakni tongseng steak, mangut steak, gule steak, dan brongkos steak.

“Pertama kali melihat menu yang disedikan, saya tertarik dengan tongseng steak. Setelah mencoba, rasanya ternyata enak. Daging sapinya lembut, tepung yang menutupi daging juga terasa bumbunya. Kuah yang ada dalam steak juga mantap,” urai Santosa, pembeli di Java Steak ketika ditemui di Jalan Tritunggal No 9 A Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (28/2/2012).

Senada juga dikatakan Pudjianto. Ia yang mencoba menu brongkos steak sempat meminta tambahan kuah pada porsinya. “Saya suka makan brongkos. Di warung ini ada brongkos steak, enak sekali rasanya. Kulit melinjo yang dicampurkan dalam steak tidak mengurangi brongkos aslinya,” sahutnya.

Sementara, pembuatan menu-menu perpaduan antara lidah Eropa dan Jawa itu juga tidak jauh berbeda dengan pembuatan steak pada umumnya. Hanya saja, bahan utama dari potongan daging sapi ditumbuk agar lembek dan lebih halus. Setelah itu, daging dimasukan dalam adonan tepung yang dicampur dengan telur. Kemudian, adonan digoreng hingga matang.

Tempat untuk meletakan steak juga dipanasi dengan api kompor. Setelah semua adonan masak, baru aneka makanan jawa, seperti kuah mangut, kuah tongseng, kuah gule, dan kuah brongkos dicampur dalam steak. Irisan kentang goreng, wortel, kacang panjang, dan cabai menambah aneka menu Java Steak indah untuk disajikan.


Okezone.com

Monday, February 27, 2012

Alasan Wine Harus Diputar Sebelum Diminum



ANDA pasti sering melihat atau bahkan melakukan gerakan memutar gelas sebelum mulai meneguk wine. Sebenarnya, apa alasan wine harus diperlakukan demikian?

Pencinta satu ini menganggap bahwa meminumnya bak sebuah pengembaraan. Merasakan setiap tegukannya sama dengan mengajak setiap indera untuk bekerja. Berkelana mencari rasa terbaik, maka teknik menikmatilah yang akhirnya menjadi kunci.

Bila Anda kerap melihat para penikmat wine memutar-mutarkan gelas seraya menciuminya kemudian, itulah kunci menikmati wine. Ini bukanlah sekadar gaya-gayaan ataupun ingin mencari sesuatu yang berbeda saat mengonsumsi sebuah minuman, tapi bertujuan untuk memungkinkan terjadinya proses aerasi pada wine.

"Tujuannya untuk memasukkan oksigen ke dalam cairan. Kita cium cairan tersebut, dengan desain gelas yang sedemikian rupa sehingga hidung bisa masuk bejana (gelas wine-red) dan aroma itu bisa kita nikmati secara penuh. Aroma pun keluar ke udara, mulai 'bangun' dan mengeluarkan jati diri sesungguhnya," jelas Eddy Sugiri, sommelier dan pemilik The Peak Connoisseurs pada acara wine tasting di G.H. Universal Hotel, Jalan Setiabudhi 376, Bandung, baru-baru ini.

Mengakrabi dunia yang masih terasa asing bagi sebagiain orang, wine dipahami Eddy mirip deskripsi kemolekan tubuh wanita. Sebab, wine bicara tentang aroma, after taste (perasaan berlalu setelah meneguknya, juga rasa rindu karena kehilangan), hingga finishing.

"Dunia yang berhubungan dengan proses, untuk orang yang mencintai sesuatu sedalam-dalamnya, mengembara untuk mengenal semakin jauh. Wine adalah dunia pengembaraan," lugasnya.

Sebagai bentuk petualangan yang semakin jauh, Eddy menyarankan untuk penikmat wine pemula mengawalinya dari wine ringan (encer dan tidak pekat) atau white wine daripada red wine yang lebih berat dan wine berumur lebih muda sebelum menikmati wine berusia tua. Ada pula pengembaraan menikmati wine yang kini mulai disukai yakni blind tasting.

Selama blind tasting, penikmat wine tidak boleh melihat label dan bentuk botol serta memakai gelas berwarna gelap untuk menutupi warna wine. Mereka kemudian diminta menjawab daerah asal, harga, warna, umur, dan sebagainya dari wine yang dinikmati.

"Itu pengembaraan yang menyenangkan," tutupnya.

Okezone.com

Sunday, February 26, 2012

Sukses Mengolah Sayap Ayam






KALAU bosan mengonsumsi olahan paha dan dada ayam, Anda bisa mengeksplorasi bagian lainnya seperti sayap ayam. Proses memotong menjadi salah satu kunci kesuksesan.

Sebelum membuat olahan sayap ayam, penting untuk Anda mendapatkan sayap ayam segar. Sesampainya di rumah, segera cuci sayap ayam agar bakteri serta kumannya bisa hilang.

Anda mungkin malas memotong sayap ayam lantaran dipandang sulit, padahal mudah saja. Langkah pertama, potong bagian ujung sayap paling kecil, jangan buang bagian ini karena bisa Anda olah menjadi kaldu ayam. Demikian seperti dilansir Yumsugar, Jumat (24/2/2012).

Selanjutnya, Anda potong bagian sayap ayam, pisahkan bagian paha pada sayap (drummette) dari bagian tengah sayap. Gunakan pisau tajam, potong secara perlahan, dan jangan terburu-buru agar tidak merusak bagian daging lainnya.

Setelah semuanya terpisah menjadi tiga bagian, yaitu ujung sayap paling kecil, bagian tengah sayap yang membentuk datar, serta bagian paha kecil (drummette), Anda pun bisa mengolahnya sesuai selera.






Okezone.com

Friday, February 24, 2012

Trik Aman Makan Durian

ANDA suka durian tapi takut kesehatan terganggu setelah menyantapnya? Ketakutan itu sebetulnya tak perlu muncul kalau Anda tahu trik aman mengonsumsi durian.


Sebagian orang kerap merasakan pusing setelah menyantap durian. Rasa pusing itu bisa jadi karena konsumsi yang berlebihan. Ingat, selain vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh, durian juga mengandung alkohol. Alkohol inilah yang kerap disebut sebagai penyebab orang pusing alias mabuk durian.

Nah, untuk menghindari hal itu, Anda bisa mengonsumsi buah manggis setelah menyantap durian. Zat yang ada di dalam buah manggis mampu menetralkan kondisi tubuh kita yang sudah dipenuhi zat-zat dari durian.

Minum air putih. Namun, airnya harus terlebih dulu dituang ke kulit durian, baru diminum sesuai kebutuhan. Cara ini diyakini secara turun-menurun mampu menetralkan zat dalam tubuh setelah menyantap durian.

Begitu juga kalau Anda ingin bau durian tak menempel lama di tangan. Basuh tangan dengan air dari kulit durian, setelah itu baru cuci pakai sabun. Dijamin, tangan Anda akan terbebas dari aroma durian.


Okezone.com

Thursday, February 23, 2012

Kopi Tubruk Wangi plus Singkong Bawang di Ruang Pembebasan

Secangkir kopi tubruk dan singkong goreng yang empuk memang pas untuk teman nongkrong di warung yang satu ini. Sedangkan nasi goreng dengan irisan escargot terasa unik saat dinikmati bersama kriuk-nya emping goreng. Slurpp... sedep tenan!!




Pertemuan saya dengan Warung Darmin ini sebenarnya atas rekomendasi seorang teman. Kebetulan lokasi kantor yang tak jauh dari sana membuat saya memutuskan mampir di suatu sore. Apalagi melihat kondisi jalanan Warung Buncit yang sangat padat, wah... bayangan bersantai menikmati secangkir minuman panas terasa sungguh menggoda.

Warung Darmin yang berlokasi di Jl. Duren Tiga ini masih tergolong gres. Tempatnya persis sebelum Hotel Kaisar jika berkendara dari arah Mampang. Bagian depan tertutup pohon-pohon bambu yang rimbun memang membuat papan nama warung ini - "Warung Darmin" Rumah Kopi, Ruang Pembebasan - sedikit mengintip dari arah jalan raya.

Dibalik pohon-pohon bambu terdapat meja-meja bundar plus kursi kayu rotan mengingatkan saya akan rumah jadoel jaman dahulu. Suasana adem dan homey langsung menyergap saya dan memberikan rasa nyaman saat menghenyakkan diri di salah satu kursi. Di bagian dalam juga ada sebuah meja panjang yang ditujukan bagi pengunjung yang khusus ingin menikmati minuman saja.

Hujan gerimis mulai turun saat saya mulai memesan menu. Karena masih t baru, warung ini belum memiliki buku menu. Pengunjung dapat memilih menu makanan yang ditulis di dinding dengan kapur berwarna. Buat saya tampilan 'menu di dinding' itu justru tampak lebih menarik.

Untuk hidangan utama hanya ada nasi goreng escargot yang spesial, sop buntut, spaghetti goreng pedes escargot, dan mi goreng/kuah Jowo. Sedangkan camilannya berupa pisang goreng, singkong goreng garlic, lumpia goreng, aneka sandwich, dan sayam ayam. Berhubung hanya datang berdua saya memilih kopi tubruk dan teh, singkong goreng garlic untuk camilan, dan seporsi nasi goreng escargot yang bikin penasaran.

Minuman - kopi tubruk dan teh tubruk - disajikan terlebih dahulu dengan cangkir-cangkir putih persolen. Terus terang awalnya saya membayangkan bakal disodorkan minuman dalam gelas kaca layaknya di warung kopi pada umumnya, sehingga menambah kental kesan jadoel dan santai yang sudah dipancarkan dari suasana Warung Darmin ini.

Kekecewaan saya ditebus dengan kehadiran seporsi singkong goreng yang tampak mak nyuss... kalo kata Pak Bondan. Singkongnya digoreng garing kecoklatan dengan taburan cacahan bawang putih goreng sehingga harum aromanya plus saos sambal sebagai pelengkap. Sedangkan nasi gorengnya disajikan dengan porsi cukup besar dan warna yang cokelat pucat.

Nasi goreng escargot ini dilengkapi pula dengan acar dan emping goreng. Irisan escargot yang cukup besar-besar mengintip disela-sela butiran nasi dan telur orak-arik. Escargot sebenarnya adalah sajian daging bekicot yang populer di Perancis. Saat disuapkan ke dalam mulut, hmm... nasi goreng ini rasanya boleh juga. Escargot-nya cukup empuk dan serasi disandingkan bersama nasi goreng yang gurih.

Untuk menemani kopi tubruk yang berupa kopi hitam kental ini saya mencomot sepotong singkong goreng. Bagian luarnya yang garing gurih, kontras dengan bagian dalamnya yang empuk. Sensasi aroma bawang putih goreng makin membuat singkong ini terasa lebih enak. Jika suka, bisa juga mencocolkan singkong ke saos sambal yang sudah disediakan. Kalau saya lebih suka menikmatinya begitu saja tanpa tambahan apapun. O ya, teman saya pun memuji teh legit dan kental yang diminumnya. Slurppp... hangatnya teh ketal wangi tersebut memang pas dinikmati saat hujan-hujan seperti ini.

Saat pulang saya cukup membayar Rp 42.500,00 setelah dipotong diskon 15%. Nasi goreng escargot dihargai Rp 20.500,00 dan Rp 9500,00 untuk singkong goreng garlic. Sedangkan untuk kopi tubruk plus tambahan creamer Rp 12.500,00 dan Rp 7500,00 untuk teh tubruk. Sayang sore itu ternyata saya tidak beruntung menemukan sosok Alex Komang - artis senior sekaligus sang pemilik warung ini. Moga-moga lain kali kalau mampir bisa bertemu.

dikutip : detik.com

 
Photography Templates | Slideshow Software