Thursday, April 5, 2012

Kepiting Kam-Heong Mak Nyuss dari Seroeni




Jakarta - Seroeni adalah bagian dari S-2 – sebuah one-stop eateries under one roof – yang menampilkan enam gerai makanan/jajanan di satu lokasi. Di dalam kompleks modern yang luas ini didapati Geisha Japanese Restaurant, Fleur International Restaurant, Fiore Creamery (gelato), Moshi-moshi Japanese Bread, Snow Monster (snow ice), dan Seroeni Peranakan Parlour. Apapun pilihan Anda, kemungkinan besar dapat dijumpai di sini.

Seroeni menampilkan sajian peranakan Tionghoa-Melayu dalam fine-dining setting yang menawan. Sangat mewah untuk ukuran Semarang, sekalipun dari segi harga ternyata standarnya masih sangat affordable. Bayangkan, masakan kepitingnya yang istimewa (sekitar 500 gram bobot mati), hanya dibandrol dengan harga Rp 119 ribu. Masakan udangnya rata-rata Rp 59 ribu. Di Jakarta, masakan kepiting dan udang di warung tenda pun sudah setara harganya. Masakan termahal di Seroeni adalah lobster yang diberi label harga Rp 225 ribu per porsi.

Daftar menunya sangat elaborate. Untuk hidangan pembuka, tersedia: Thai mango salad, octopus & seaweed salad, crispy honey eel, hot&sour szechuan soup, dan lain-lain. Masakan udangnya bermacam-macam: golden nestum prawn, mayonaisse prawn, crispy prawn with lemon sauce, salted egg butter lobster. Kepitingnya dimasak kukus maupun goreng, seperti: crispy oatmeal soft-shell crab, chili crab, salted-egg butter crab, dan lain-lain.

Untuk memastikan otentisitas masakan peranakan, Seroeni mempekerjakan seorang chef dari Penang. Padahal, sebetulnya, di Malaysia yang lebih terkenal masakan peranakannya adalah justru dari Melaka. Saya beruntung pernah mencicipi masakan langsung Chef Bob yang ternyata memang benar-benar mak nyuss? Chef Bob juga sangat trampil memanfaatkan berbagai teknik manual memasak.

Salah satu resep andalan Chef Bob adalah udang atau kepiting saus kam-heong. Mirip chili sauce, namun lebih gelap warnanya dan tingkat kepedasannya lebih sopan. Aroma dan citarasa blacan (trasi) yang intens namun lembut menjadi kekuatan utama sajian ini. Kepiting atau udang digoreng cepat dengan suhu tinggi, lalu dibalur dengan saus kam-heong, dibubuhi daun kari atau salam keju yang aroma harumnya semakin meng-elevasi kualitas masakan ini. Mak nyuss!

Mudah-mudahan, bila Anda mampir ke Seroeni nanti, pemiliknya sudah menyediakan roti goreng mantau untuk mencocol saus kam-heong seperti yang saya sarankan.

Seroeni Peranakan Parlour
Jl. Sisingamangaraja
Candi Baru, Semarang
024 8503344
www.seroeni.com



detikfood.com

Wednesday, April 4, 2012

Bakmi Orpa, Mi Kuah Termehil di Jakarta!



Jakarta - Mi kuah, setidaknya bagi saya, tergolong comfort food. Bila sedang tidak enak badan, mi lembut dengan kuah yang harum-gurih, seolah menjadi penawar rasa sakit yang sedang diderita. Bahkan, kalau mengikuti analogi orang Italia, mi dapat digolongkan sebagai love food. Orang Italia yang sedang berasyik-masyuk, suka menyantap spaghetti karena dianggap senada dengan seks yang empuk-empuk-lembut dan mulus. He he he ....

Salah satu mi kuah kesukaan saya adalah Bakmi Orpa. Mi kuah paling mahal di Jakarta! Harganya Rp 37.000 per mangkuk. Padahal, isinya hanya mi, tiga pangsit rebus, dan ayam kampung kukus yang dipotong dadu. Menurut saya, Bakmi Orpa termasuk over-rated.

Bandingkan dengan Hock Seng (asal Medan, punya cabang di Muara Karang), misalnya, yang dengan harga dua ribu perak lebih murah, tetapi isinya ada 16 macam. Mahalnya Bakmi Orpa analog dengan rujak cingur populer di Surabaya yang harganya Rp 50.000 per porsi.

Tampak jelas bahwa harga tidak menjadi masalah bagi para die-hards yang fanatik dengan rumah makan bakmi ini. Pelanggan setia Bakmi Orpa datang dari segala penjuru Jakarta – bahkan dari luar kota – untuk menyeruput mi kesayangan mereka. Dulu nama jalan di depan pabrik sabun B-29 ini memang Jalan Orpa, tetapi sekarang sudah salin nama. Namun, nama Bakmi Orpa tetap bergeming (bergeming = tidak bergerak).

Mi-nya berukuran sedang, warna kuning pucat, al dente alias kenyal. Ayam kampung kukusnya bergaya pek cam ke (ayam kukus beraroma jahe dan bawang putih) – gurih banget! Pangsitnya berkulit tipis. My kind of dumplings! Di sini juga tersedia misua ayam/babi, tahu baso, siomay, dan baso goreng. Dessert-nya tau kwa alias kembang tahu yang mulus.

Top markotop!

Bakmi Orpa
Jl. Malaka II No. 25
Jakarta Barat
+6221 6912450


detik.com

Tuesday, April 3, 2012

Awali Hidup Sehat di Juice Bar Harris Hotel

GAYA hidup sehat kini semakin menjadi pilihan banyak orang saat diri menyadari butuh keseimbangan selain bekerja. Ini pula yang mendorong keberadaan juice bar semakin menjamur.


Bar identik dengan minuman alkohol. Namun, anggapan tersebut kini semakin bergeser dengan adanya juice bar, salah satunya seperti terdapat di Harris Hotel Sunset Road, Bali. Dari tempat inilah diharapkan para tamu semakin menyadari pentingnya gaya hidup sehat. Seperti apa istimewanya juice bar ini?

Juice Bar Harris Hotel Sunset Road berada di tempat yang sama dengan kafe hotel, dengan mengambil sedikit sudut di bagian muka kafe. Seperti kafe pada umumnya, meja bar didesain tinggi dan sedikit melengkung seraya menutupi bagian pemrosesan jus, tapi yang unik, meja diberi hiasan berupa beberapa buah kelapa gading, kelapa ijo, dan jeruk berwarna oranye serta hijau. Belum berkeinginan memesan pun, tamu seperti digoda untuk mencicipi jus buah racikan Harris Hotel Sunset Road, Bali.

Sementara di sudut lain, yang letaknya berseberangan dengan juice bar, terdapat sebuah dinding bergambar buah-buahan tropis. Belum lengkap menghadirkan suasana tropis, kursi dan beberapa ornamen lain juga berwarna oranye dan hijau. Warna yang menghadirkan semangat hidup, termasuk untuk terus menjaga tubuh sehat.

"Seperti motto kami Simple, Unique, and Friendly, kami berusaha mengusung konsep healthy lifestyle pada setiap komponen hotel, membuka juice bar adalah salah satunya. Juice bar sekaligus menjadi bagian dari komitmen kami untuk mengedukasi tamu," kata Yani Sinulingga, Corporate Communications Manager TAUZIA Hotel Management ketika ditemui di Harris Hotel Sunset Road, Bali, baru-baru ini.

Juice bar tersedia di semua Harris Hotel yang kini memiliki 11 lokasi. Jus yang disajikan tidak menggunakan es batu dan gula sehingga lebih sehat dan alami, tapi kembali pada selera tamu yang mungkin ingin rasa lebih manis.

Harris Hotel bahkan meracik resep jus sehat dengan berbagai manfaat, seperti cleansing juice (berisi sawi hijau, nanas, dan jeruk lemon), relaxation (nanas, jahe, jeruk lemon, anggur), workout (jeruk, pisang, dan pepaya), energy (bit, apel, dan jahe), remedies (kiwi, nanas, jeruk, dan cabai), dan prevention (kiwi, apel, dan anggur). Cleansing juice bahkan sempat dipilih para awak media pada Jakarta Press Contest Award 2001 ketika Harris Hotel bermaksud mencari tahu jus terfavoritnya.

"Banyak yang suka, merasa tubuhnya lebih segar, dan tanpa gula serta es, mereka merasakan perbedaannya tetapi tetap segar saat mengonsumsi jus racikan kami," tambah Yani.

Gaya hidup sehat, menurutnya, diawali dengan kebiasaan makan yang sehat, salah satunya lewat minuman jus. "Bagi sebagian orang, ternyata, lebih mudah untuk mengawalinya dengan minum jus dibanding, misalnya, harus berolaharaga," ujarnya.


okefood.com

Monday, April 2, 2012

Sate Hiu Penggugah Selera & Penambah Stamina



APABILA Anda berkunjung ke daerah Probolinggo, Jawa Timur, rasanya belum lengkap bila tidak mencicipi kuliner sate hiu. Selain rasanya enak dan murah, sate ini dipercaya bisa menambah stamina.

Adalah kedai Centro, terletak di Jalan Suyoso, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, milik Haji Wawan Setiawan, yang menyajikan kuliner sate Hiu. Bisnis makanan yang digelutinya lima bulan lalu selalu dikunjungi pelanggan hanya untuk menikmati sajian sate dari ikan yang terkenal ganas ini. Pelanggannya mengaku kuliner ini selain rasanya enak, gurih, juga bisa menyehatkan dan menambah stamina.

Berawal dari pria lulusan SMK jurusan memasak ini memiliki usaha pengiriman ikan, kemudian mencoba mengelola ikan hiu untuk dijadikan sate, karena saat ini dirinya tidak memiliki daging ayam atau kambing, dan kemudian muncul ide untuk menjual sate hiu. Dengan dibantu empat karyawan, kini usaha Wawan dalam sehari bisa meraup keuntungan sekira Rp. 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Proses pembuatan sate hiu sangat sederhana, mirip dengan pembuatan sate ayam, dan kambing pada umumnya. Ikan hiu dibersihkan dari kotoran dan tulang kemudian daging hiu diiris berbentuk kubus dan disunduk yang kemudian selanjutnya dibakar.

Yang paling sulit adalah menghilangkan bau amis dan bau pesing dari ikan ini. Untuk menghilangkan bau pesing dan amisnya, Wawan memiliki trik sendiri, yakni dengan menambah bumbu-bumbu yang dirahasiakan.

Bila sate bewarna kecoklatan, itu pertanda sate sudah matang, lebih sedap dan nikmat sate ini dipadu dengan irisan bawang merah, lombok, dan kecap, dan sate hiu siap disajikan. Per porsi sate hiu diberi harga Rp20 ribu,




Okezone.com

Nikmatnya Kepala Kakap Racikan si Abah



detikFood Jakarta - Restoran yang satu ini memang tergolong unik karena menyajikan hidangan dari ranah Melayu-Riau. Ada otak-otak Melayu yang unik, pucuk pakis, sampai kepala ikan kakap asam pedas yang lemak nian. Dimakan langsung dengan tangan wuihh... makin nikmat rasanya!

Restoran ini memang cukup unik dan sedikit berbeda dengan restoran dan rumah makan yang berderet di sepanjang jalan Pesanggrahan. 'Kedai Abah' - seperti namanya - mengusung hidangan tradisional dari ranah Melayu-Riau. Saat masuk saya pun disambut dengan langit-langit kayu yang tinggi dan meja-meja kayu yang besar berjejer hingga ke sudut ruangan. Ruangan tersebut dibingkai dengan jendela-jendela kayu yang lebar - persis seperti rumah khas Melayu jaman dulu.

Menu berbahan dasar ikan seperti ikan patin, ikan kakap, ikan nila, ikan bawal dan ikan gurame banyak mendominasi buku menu. Khusus untuk gulai dan asam pedas kepala ikan rupanya menjadi menu andalan tak boleh dilewatkan. Oleh karena itu saya pun memesan sepersi kepala kakap asam pedas. Untuk asam pedas ini sengaja saya memesan khusus tanpa memakai santan. Selain itu kami juga memesan seporsi ayam spesial dan pucuk pakis. Sedangkan cakwe seafood goreng dipesan sebagai hidangan pembuka.

Tanpa dipesan sang pelayan menyodorkan seporsi otak-otak hangat. Otak-otak Melayu ini berbeda dari yang pernah saya santap. Pantas saja bungkusnya beda, tidak dari kulit pisang melainkan dari daun kelapa. Selain itu ukurannya juga tipis memanjang dengan isian berwarna oranye dengan bahan dasar ikan yang dicampur langsung dengan bumbunya. Tekstur otak-otak ini sedikit lebih liat dengan cocolan saus sambal encer dan bumbu kacang encer yang menciptakan sensasi gurih pedas.

Untuk cakwe seafood sendiri langsung jadi rebutan. Apalagi cakwe dengan isian adonan cacahan udang ini makin enak saat disantap hangat-hangat. Bagian luarnya sedikit garing kontras dengan bagian dalamnya yang empuk. Namun, agar perut tidak kekenyangan sengaja kami tidak menghabiskannya.

Kepala kakap asam pedas yang mengepul dalam piring lebar langsung menyita perhatian kami. Kuahnya berwarna semburat kemerahan sungguh membangkitkan selera. Si kepala ikan ini makin harum menggoda karena dilengkapi daun kemangi dan tomat hijau.

Sengaja saya menyantapnya langsung menggunakan tangan, agar daging di sela-sela tulang kepala ikan dapat terjangkau. Sesekali mulut asyik juga menghisap-hisap gurihnya tulang-tulang kepala ikan. Asam pedas kuahnya yang kemerahan juga sueger... membuat mata merem melek keenakan. Untuk meredam bibir yang merah kepedasan, segelas jagung sari kelapa yang segar meluncur di tenggorokan. Minuman ini terdiri dari daging kelapa yang dicampur dengan jagung manis.

Pucuk pakis yang krenyes crunchy dengan sensasi belachan yang jadi pendaping si kepala kakap juga nyaris tak bersisa. Sedangkan ayam spesial yang dibalut tepung cukup unik dan bumbunya meresap hingga ke dalam. Jika, perut belum kekenyangan karena si kepala ikan tentulah seporsi ayam tersebut bakal habis tak bersisa.

Seporsi kepala ikan kakap asam pedas dihargai Rp 88.000,00, ayam spesial Rp 28.000,00 dan Rp 16.800,00 untuk pucuk pakis. Porsinya yang cukup besar untuk tiap sajian memang paling pas jika disantap beramai-ramai. Penggemar kepala ikan, silahkan mampir mencicipi racikannya si Abah!

Kedai Abah
Jl. Pesanggrahan Raya No.80
Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Telp: 021-5890 7223/5890 7224

 
Photography Templates | Slideshow Software