Thursday, January 12, 2012

Serunya Belanja Plus Ngemil di Tokyo Connection

Beberapa menu populer Jepang ditawarkan di restoran ini. Sebut saja sushi, ramen, donburi, sampai aneka crepes dan snack ringan untuk menemani bersantai. Khusus penyuka pernak-pernik berkarakter Jepang, bisa memuaskan diri di gift shop mungil yang ada di samping resto. Woww, seru!

Tokyo Connection baru melakukan soft opening di bulan Agustus 2011 lalu. Tak salah bila restoran yang berlokasi di Jl. Progo No.5 ini membuat saya penasaran untuk mampir. Apalagi dari depan, interiornya ditata unik dengan deretan jendela-jendela kayu terbuka. Dibaliknya mengintip kursi-kursi nyaman yang mencerminkan ambience santai di restoran bergaya Jepang ini.



Sebuah palang gift shop mungil menghentikan saya untuk melangkah masuk ke dalam restoran. Pasalnya ada pernak pernik lucu dan unik yang mengintip dari dalam toko. Benar benar menggoda mata. Ada bakiak Jepang, dompet, payung, jam - beberapa ada yang bergambar karakter Jepang seperti doraemon atau hello kity. Boleh juga dijadikan oleh oleh atau sekedar cuci mata.

Saat menuju ke area restoran. Bagai berpindah dimensi, saya disambut oleh suasana bak di pinggiran jalanan Tokyo. Area ini lebih terkesan lebih private dibanding area lainnya. Lampunya lebih redup dan tak banyak pelayan berlalu-lalang. Bahkan sebuah tombol untuk memanggil pelayan tersedia di tiap -tiap meja.

Jejeran lampu jalan yang berfungsi sebagai lorong untuk berjalan membuat kental suasana jalanan. Foto-foto berwarna dan hitam putih wanita Jepang berkimono yang menghias dinding resto, memperkuat suasana Tokyo di masa lalu. Tetapi, kalau ingin suasana yang lebih santai lebih baik memilih area di beranda depan atau area belakang restoran.

Pilihan menu di Tokyo Connection sangat beragam mulai dari sushi, ramen, donburi, sampai curry dan teriyaki. Berhubung cuma ingin sekedar santai, sengaja tidak memesan makanan berat. Chik n' Cheese dan Soseji Barbeque Crepes jadi pilihan untuk ngemil sore itu. Pendampingnya segelas Iced Greenpuccinno jadi pilihan. Lagu pop Jepang yang diputar menambah asyik suasana gaya Tokyo ini.

Iced Greenpuccinno disajikan dalam gelas berkaki, berwarna cokelat kehijauan dengan topping whipped cream yang menjulang sampai melewati bibir gelas. Diatas whipped cream diberi sirup caramel yang tak begitu royal. Sayang rasa matcha tak meninggalkan jejak di lidah, justru yang lebih dominan adalah rasa kopinya.

Chik n' Cheese disajikan sederhana dalam wadah mangkok beralas lettuce. Dibentuk menyerupai satai dan berseling dengan buah nenas yang digoreng. Tiga potong chikuwa yang dibalut dengan tepung roti tipis ini terasa renyah saat digigit. Chikuwa merupakan bakso ikanpanggang yang bentuknya mirip tabung berlubang tengah. Rasanya kenyal gurih dengan isian lelehan keju. Dicocol saus asam manis rasanya lebih oke.

Sedangkan Soseji Barbeque Crepes disajikan dalam piring lebar. Crepes-nya super tipis dan di bagian atasnya ada sepotong beef sausage yang diberi saus BBQ, mustard, cherry tomato dan irisan smoked beef. Hidangan ini dilengkapi lettuce dan daun bawang yang ditumis hingga kecoklatan. Rasanya tidak terlalu istimewa ditambah beef sausage-nya kurang gurih di lidah. Tapi bolehlah sekedar jadi cemilan ringan sambil mengobrol santai di sore hari.

Segelas Iced Greenpuccinno dihargai Rp 18.000,00 sedangkan untuk Chik n' Cheese dan Soseji Barbeque Crepes masing-masing Rp 15.000,00 dan Rp 26.000,00. Kapan-kapan kalau ke Bandung lagi, mungkin saya harus mampir lagi untuk mencicipi sushi atau ramen di Tokyo Connection.

dikutip : detik.com

0 comments:

Post a Comment

 
Photography Templates | Slideshow Software